بسم الله الرحمن الرخيم
الحمد لله
والصلاة وسلام عل رسول الله
و بعد
متن الآجرومية
Matan al ajuruumiiatu,
Liqoul Awwalu
Pertemuan 1
Pertemuan 1
Bismillah, alhamdulillah, ashsholatu wassalamu 'ala rasulillahi, wa 'ala aalihi, wa ashhabihi ajma'in,
wa ba'da,
wa ba'da,
أنواع الكلام
anwa'ul kalaami, pembagian kalam
الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع.
Alkalamu huwa : allafdzu almurokkabu almufiidu bilwadh'i
kalam adalah lafadz yang tersusun, memberi manfaat (bisa dipahami) dalam bahasa arob.
Menurut
ulama nahwu Kalam itu harus dilafadzkan, tidak cukup dikatakan kalam
seandainya itu hanya isyarat. Namun menurut ulama lughoh, sekalipun
isyarat itu tidak dilafadzkan sudah bisa dianggap kalam.
Syarat
yang kedua adalah murokkabun, yakni tersusun dari dua kata atau lebih,
seperti akala mukhammadun, jalasa 'aliyyun, akhroja almudarrisu
kitaaban. seandainya hanya 1 kata seperti mukhammadun, jalasa,
mudarrisun maka ini belum dianggap kalam.
Syarat
yang ketiga almufiidu, yakni bisa dipahami maksudnya. seandainya sebuah
kalimat itu hanya terdiri dari kata duduk, atau tidur, atau tertawa
maka ini belum lengkap bagi sebuah kalimat. Karena tidak diketahui siapa
yang duduk, atau tidur dst.
Syarat
yang keempat adalah bilwadh'i, yakni dengan bahasa arob, dengan huruf
hijaiyah, bukan huruf ajam (selain arob). Seandainya sebuah kalimat itu tidak dengan menggunakan bahasa
arob, disisi ilmu nahwu tidak bisa disebut kalam. Contoh : "Jemaah haji
sedang wukuf";, "Sugeng sonten"; "Hello World, lets code shall we !";
dst. Bahasa asing ini tidak dianggap kalam didalam ilmu nahwu.
unduh kitab, klik gambar kitab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar